TUGAS KUALITATIF
PERSEPSI IBU HAMIL TERHADAP KEMITRAAN BIDAN DAN DUKUN DI PUSKESMAS
WONOREJO KEC. SUNGAI KUNJANG
![]() |
NAMA : MARIA WAHAMI YANTI YANA
NPM : 10.11.107.13201.01341
KELAS : D (SORE)
SEMESTER : V (LIMA)
FAKULTAS KESEHATAN
MASYARAKAT
UNIVERSITAS WIDYAGAMA MAHAKAM
SAMARINDA - Kalimantan timur
2012
BAB I
PENDAHULUAN
I.I LATAR BELAKANG
MASALAH
Kematian ibu juga masih banyak di
akibatkan faktor resiko tidak langsung berupa keterlambatan (Tiga terlambat), yaitu
terlambat mengambil keputusan/terlambat mengenali tanda bahaya, terlambat
dirujuk serta terlambat mendapat penanganan medis,dan satu hal yang tak dapat
dipungkiri adalah tingginya persalinan oleh dukun bayi oleh karena banyak
faktor, salah satu upaya pencegahannya yaitu dengan melakukan kemitraan
bidan-dukun bayi, sehingga persalinan diharapkan dapat berjalan dengan
baik, ibu dan bayi selamat.
Dalam upaya penurunan AKI/AKB
tersebut Depkes RI,2002 melaksanakan program penempatan bidan didesa yang
bertujuan untuk mengatasi berbagai kesenjangan yaitu dalam memperoleh
pertolongan persalinan yang aman dan bersih,informasi mengenai kesehatan ibu
dan anak,perilaku hidup bersih dan sehat,sosial budaya antara petugas kesehatan
dengan masyarakat yang dilayani,kesenjangan ekonomi dalam mendapatkan pelayanan
kebidanan profesional dan dalam pelayanan Rujukan.
Persepsi merupakan proses kerja sama
melalui perantaraan pikiran sehat yang muncul pada seseorang, mencakup dua
persepsi kerja yang saling berkaitan yaitu menerima kesan melalui penglihatan
penafsiraan dan penetapan arti atas kesan-kesan indrawi yang melahirkan
pandangan-pandangan seseorang terhadap sesuatu objek.
Berbagai persepsi masyarakat terhadap
pertolongan persalinan oleh bidan dan dukun bayi selama ini menjadi makna bagi
masyarakat, banyak persepsi yang kurang positif terhadap kehadiran bidan
menjadi persepsi semu dimasyarakat sehingga peran bidan dikalangan masyarakat
yang masih sangat tradisional dan memegang budaya masih belum dapat diterima
dengan baik.
Seperti kita ketahui bersama banyak
faktor yang mempengaruhi persepsi masyarakat terhadap pertolongan persalinan
oleh tenaga Bidan, dan lebih memilih persalinan oleh dukun bayi hal ini
dipengaruhi oleh tingkat pendidikan ibu yang masih rendah, faktor sosial-budaya
yang masih kental,ekonomi keluarga dan banyak faktor lainnya.
Oleh karena itu pemerintah berupaya
dalam mewujudkan Visi kesehatan menuju MDgS, salah satunya dikembangkan program
kemitraan Bidan dan Dukun bayi guna menurunkan Angka kematian Ibu dan bayi yang
masih tinggi.
I.2 RUMUSAN MASALAH
a. Bagaimana Persepsi ibu hamil terhadap program kemitraan Bidan-Dukun
?
b. Sejauh mana faktor budaya
masyarakat mempengaruh kemitraan Bidan-dukun?
I.3 TUJUAN
PENELITIAN
a. Dapat
mengetahui perkembangan
pertolongan Persalinan saat ini setelah dilakukan kemitraan bidan-dukun bayi.
b. Keterkaitan faktor budaya
mempengaruhi perilaku masyarakat dalam memilih penolong persal
2. Kerangka Pikir






Tidak ada komentar:
Posting Komentar