Jumat, 30 November 2012

rangkuman materi PAB



6. Tata Cara Penyusunan RI-SPAM dan Konsultasi
Publik
Tata cara ini meliputi ketentuan-ketentuan umum dan teknis dalam pengkajian rencana induk sistem penyediaan air minum :
6.a. Ketentuan Umum antara lain:
·         Dilaksanakan oleh tenaga ahli bersertifikat yang berpengalaman di bidangnya.
·         Data baik dalam bentuk angka dan peta lokasi studi dari sistem penyediaan air minum.
6.b. Ketentuan Teknis ( Standar Tata Cara Survei dan Pengkajian ) antara lain:
Ø  Standar  tata cara survei dan pengkajian wilayah studi dan wilayah pelayanan.
Ø  Standar tata cara survei dan pengkajian sumber daya air baku.
Ø  Standar tata cara survei dan pengkajian geoklimatografi dan topografi
Ø  Standar tata cara survei dan pengkajian demografi dan ketatakotaan
6.c.  Tata Cara Penyusunan Rencana Induk Pengembangan SPAM
1.    Rencana Umum( mengumpulkan data sekunder sebagai dasar perencanaan dalam penyusunan evaluasi kondisi kota/kawasan)
a)    Fungsi strategis kota/kawasan (Rencana Tata Ruang Wilayah/RT/RW).
b)    Peta topografi, foto udara citra satelit skala 1:50.000, 1:5.000, tergantung luas daerah studi/perencanaan.
c)    Data dan peta gambaran umum hidrologi sumber air, topografi, klimatografi, fisiografi dan geologi.
d)    Data curah hujan dan tangkapan air.
e)    Penggunaan lahan dan rencana tata guna lahan.
f)     Data demografi saat ini dan 10 tahun terakhir, penyebaran penduduk dan kepadatan.
g)    Data sosial ekonomi–karakteristik wilayah dan kependudukan ditinjau dari aspek sosial, ekonomi dan budaya:
*      Perkembangan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)
*       Mata pencaharian dan pendapatan.
*       Adat istiadat, tradisi dan budaya.
*      Perpindahan penduduk dan pengaruhnya terhadap urbanisasi dan kondisi ekonomi masyarakat.
h)   Data kesehatan–kondisi sanitasi dan kesehatan lingkungan seperti    - Statistik kesehatan/kasus penyakit
- Angka kelahiran, kematian dan migrasi
- Data penyakit akibat yang buruk (water borne disease)
- Sarana pelayanan kesehatan
i) Sarana dan prasarana kota yang ada seperti airminum, drainese,
pembuangan limbah dan sampah, listrik, telepon, jalan dan sarana transportasi serta kawasan strategis.

2.  Evaluasi sistem eksisting menyangkut aspek-aspek sebagai berikut:
a. Teknis
b. Kinerja pelayanan
c. Tingkat pelayanan
d. Periode pelayanan
e. Jangkauan pelayanan
f. Kinerja instalasi
g. Jumlah dan kinerja peralatan/perlengkapan
h. Prosedur dan kondisi operasi dan perawatan
i. Tingkat kebocoran
j. Non teknis
k. Kondisi dan kinerja keuangan
l. Kondisi dan kinerja karyawan
3. Identifikasi permasalahan dan kebutuhan pengembangan SPAM antara lain:
·         Tingkat dan cakupan pelayanan yang ada
·         Kinerja pelayanan
·         Tingkat kebocoran
·         Jumlah langganan tunggu atau potensial
·         Terdapat kapasitas belum dimanfaatkan (idle capacity)
·         Kebutuhan penyambung jaringan distribusi dan/atau kapasitas pengolahan
·         Kinerja kelembagaan, sumber daya manusia dan keuangan.
4. Perkirakan kebutuhan air (berdasarkan aktifitas perkotaan atau masyarakata)
a. rumah tangga dan sosial(domestic)
b. komersial, perkotaan, fasilitas umum, industri,pelabuhan, dan lain-lain (15% dari kebutuhan domestik)

5. Identifikasi air baku
Jarak dan beda tinggi sumber-sumber air
Debit optimum (safe yield) sumber air
Kualitas air dan pemakaian sumber air saat ini (bila ada)

6. Kembangkan alternatif
7. Kembangkan kelembagaan dan sumber daya manusia
8. Pilih alternatif sistem(Setiap alternatif harus dikaji kelayakan
o   Teknis
o   Ekonomis
o   Lingkungan
o   Angka prevalensi penyakit
9. Rencana pengembangan:
o   Rencana kegiatan utama pentahapan
o   Rencana pengembangan sumber daya manusia
o   Dimensi-dimensi Pokok dari Sistem
o   Rekomendasi langkah-langkah penguasaan dan pengamanan sumber air baku
o   Rencana pentahapan 5 tahun
o   Rencana tingkat lanjut
2.     Rencana jaringan
a. rencana pengembangan tata kota
b. jaringan distribusi utama
Untuk SPAM dengan jaringan perpipaan, langkah-langkah pengerjaan
perencanaan jaringan distribusi air minum dilaksanakan sebagai berikut:
- Tentukan daerah pelayanan
- Kumpulkan data untuk daerah pelayanan
Metoda analisis penentuan daerah pelayanan dengan administratif
kebijaksanaan pemerintah daerah, dan rencana penerapan jaringan
distribusi utama pelayanan air minum:
a. jumlah penduduk
b. peta topografi, situasi lokasi, peta jaringan yang sudah ada di        daerah pelayanan
c. asumsi konsumsi pemakaian air domestik
d. asumsi konsumsi pemakaian air nondomestik
e. daya dukung tanah
f. hasil pengukuran lapangan
- Gambarkan sistem jaringan distribusi utama dalam bentuk melingkar
atau bercabang yang disesuaikan dengan data pendukung
- Tentukan kebutuhan air di setiap titik sampul jaringan distribusi utama
lingkaran
- Tentukan diameter pipa dan perhitungan hidrolis sebagai berikut:
a. tentukan kecepatan aliran dalam, pipa sesuai dengan kriteria
perencanaan antara dua titik simpul
b. hitung diameter pipa berdasarkan rumus: Q = AV
- Gambarkan sistem jaringan distribusi utama yang memuat data:
a. nomor simpul
b. konsumsi setiap simpul
c. elevasi setiap simpul
3. Program dan kegiatan pengembangan Identifikasi permasalahan dan kebutuhan pengembangan dilakukan berdasarkan hasil analisis Pengembangan sistem penyediaan air minum dalam hal ini dapat berupa:
a. pengembangan cakupan atau pelayanan SPAM dengan jaringan
perpipaan eksisting
b. pengembangan SPAM bukan jaringan perpipaan terlindungi menjadi SPAM dengan jaringan perpipaan
c. pengembangan SPAM bukan jaringan perpipaan tidak terlindungi
menjadi terlindungi
Hal-hal yang perlu diidentifikasi antara lain adalah:
a. kinerja pelayanan;
b. tingkat kebocoran;
c. jumlah langganan tunggu/potensial;
d. kapasitas belum dimanfaatkan (idle capacity);
e. kebutuhan pengembangan jaringan distribusi dan/atau kapasitas
pengolahan;
f. kinerja kelembagaan, sumber daya manusia dan keuangan.
Kebutuhan air diklasifikasikan berdasarkan aktifitas masyarakat yaitu:
- Perkiraan air harus didasarkan pada informasi data sekunder   kondisi sosial ekonomi.
- Kebutuhan air diklasifikasikan berdasarkan aktifitas masyarakat yaitu:
i. domestik (rumah tangga, sosial).
ii. nondomestik (komersil, perkotaaan, fasilitas umum, industri,
pelabuhan, dan sebagainya).
- Konsumsi atau standar pemakaian air pada umumnya dinyatakan
dalam volume pemakaian air rata-rata per orang per hari yang
ditentukan berdasarkan data sekunder kebutuhan rata-rata.
- Konsumsi air untuk keperluan komersial dan industri sangat
dipengaruhi oleh harga dan kualitas air, jenis dan ketersediaan
sumber air alternatif.
- Kebutuhan air suatu wilayah pelayanan juga dipengaruhi oleh
besarnya air tak berekening (ATR).
Untuk mengidentifikasi ketersediaan air baku di suatu wilayah bagi
kebutuhan air minum diperlukan studi hidrologi dan studi hidrogeologi
untuk memperoleh informasi mengenai:
a. Jarak dan beda tinggi sumber air.
b. Debit optimum (safe yield) sumber air.
c. Kualitas air dan pemakaian sumber air saat ini (bila ada).
Alternatif sumber air terpilih harus dipertimbangkan terhadap aspek
ekonomi dan kehandalan sumber. Pemilihan alternatif sumber air
didasarkan pada pertimbangan sebagai berikut:
-       Volume     -Input Sistem           -Konsumsi Resmi
-       Air Berekening   -Air Tak Berekening          
-       Konsumsi Resmi Berekening
-       Konsumsi Resmi Tak Berekening
-       Kehilangan Non-Fisik/Non-Teknis
-       Kehilangan Fisik/Teknis
-       Kehilangan Air   -Konsumsi Bermeter Berekening
-       Konsumsi Tak Bermeter Tak Berekening     - Konsumsi Tak Resmi
-       Ketidak-akuratan Meter Pelanggan dan Kesalahan Penanganan Data
-       Kebocoran pada Pipa Transmisi dan Pipa Induk
-       Konsumsi Tak Bermeter Berekening
-       Konsumsi Bermeter Tak Berekening
-       Kebocoran pada pipa dinas hingga meter pelanggan
-       Kebocoran dan Luapan pada Tanki Reservoir
a.Air sungai
b. Danau atau rawa, pengisiannya (inflow) umumnya berasal dari satu
atau beberapa sungai
c. Mata air, sering dijumpai mengandung CO2 agresif yang tinggi yang
walaupun tidak banyak berpengaruh pada kesehatan tetapi cukup
berpengaruh pada bahan pipa (bersifat korosif).
d. Air tanah dalam, dapat diajukan sebagai alternatif sumber air dalam
hal air permukaan (sungai) telah terkontaminasi berat, mengingat
kualitas air tanah secara bakteriologis lebih aman daripada air
permukaan.
e. Pertimbangan lain, berkaitan dengan kebijaksanaan pemerintah
kabupaten/kota mengenai peruntukan sumber.
Studi hidrologi dimaksudkan untuk menilai kehandalan sumber-sumber
air di suatu wilayah ditinjau dari siklus hidrologi: curah hujan, evaporasi,
aliran permukaan (run off), infiltrasi dan perkolasi dengan mengikuti
langkah-langkah sebagai berikut:
a. Pengumpulan data hidrologi;
b. Kaji ulang catatan data;
c. Menghitung rata-rata curah hujan;
d. Menghitung evaporasi potensial;
e. Analisis dan perhitungan debit optimal.
Prosedur pemilihan sumber dalam penyusunan rencana induk SPAM
adalah memberikan identifikasi sumber-sumber yang akan dimanfaatkan
untuk memenuhi kebutuhan sesuai waktu perencanaan, dengan
penekanan pada:
a. Pengaruh yang ditimbulkan akibat pengambilan sumber air
b. Investasi untuk biaya eksploitasi serta biaya pengoperasian dan pemeliharaan dibuat yang terendah
c. Dampak lingkungan yang mungkin timbul diusahakan sekecil
mungkin.
Prosedur pemilihan sumber air baku yang direkomendasikan mengikuti
urutan sebagai berikut:
a. identifikasi, termasuk aspek perizinan
b. evaluasi sumber dengan tujuan terhadap sektor-sektor lain yang
menggunakan/memakai sumber
c. evaluasi finansial.

4. Kriteria dan standar pelayanan
Kriteria dan standar pelayanan diperlukan dalam perencanaan dan
pembangunan SPAM untuk dapat memenuhi tujuan tersedianya air
dalam jumlah yang cukup dengan kualitas yang memenuhi persyaratan
air minum, tersedianya air setiap waktu atau kesinambungan,
tersedianya air dengan harga yang terjangkau oleh masyarakat atau
pemakai sebagai berikut:
a. pemanfaatan kapasitas belum terpakai atau “idle capacity”
b. pengurangan air tak berekening (ATR)
c. pembangunan baru (peningkatan produksi dan perluasan sistem)

5. Rencana sumber dan alokasi air baku.
·         Tentukan kebutuhan air berdasarkan:
a. Proyeksi penduduk, harus dilakukan untuk interval 5 tahun selama
periode perencanaan untuk perhitungan kebutuhan domestik
b. Identifikasi jenis penggunaan nondomestik sesuai RSNI T-01-2003 butir
c. Pemakaian air untuk setiap jenis penggunaan sesuai RSNI T-01-
2003 butir 5.2 tentang Tata Cara Perencanaan Plambing
d. Perhitungan kebutuhan air domestik dan nondomestik
berdasarkan perhitungan butir a, b, dan c.
e. Kehilangan air fisik/teknis maksimal 15%, dengan komponen
utama penyebab kehilangan atau kebocoran air adalah sebagai berikut:  kebocoran pada pipa transmisi dan pipa induk, kebocoran dan luapan pada tangki reservoir,  kebocoran pada pipa dinas hingga meter pelanggan
Sedangkan kehilangan non-teknis dan konsumsi resmi tak
berekening sebagaimana diperlihatkan pada gambar 1 harus
diminimalkan hingga mendekati nol.
·         Tentukan sumber air baku yang akan dipilih sesuai hasil investigasi
atau identifikasi pengkajian sumber daya air baku

6. Rencana keterpaduan dengan Prasarana dan Sarana (PS)
Sanitasi:
1)    Penggunaan Air Minum diperkirakan menghasilkan sekitar 80% Air
2)    Limbah yang berpotensi untuk mencemari Air Baku (Air Permukaanndan Air Tanah).
3)    Pengelolaan Persampahan, menghasilkan lindi (leacheate) dan limbah padat yang berpotensi mencemari air baku air minum.
4)    Penurunan kualitas air baku untuk air minum, meningkatkan biaya pengolahan air minum yang menjadi beban masyarakat (Peningkatan1 mg/liter BOD meningkatan biaya pengolahan sebesar Rp 970/m3).
5)    Pengolahan air limbah diperlukan untuk mengatasi kelangkaan air baku bagi air minum.
Keterpaduan pengembangan SPAM dengan PS sanitasi terkait dengan
perlindungan air baku terhadap pencemaran:
a. identifikasi potensi pencemar air baku dilakukan terhadap limbah cair dan padat yang dihasilkan dari kegiatan domestik dan industri
b. identifikasi pencemaran di sekitar air baku dilakukan dengan
pengamatan visual dan uji laboratorium
c. identifikasi potensi pencemar daerah sekitar air baku paling sedikit
memiliki jarak sejauh radius 10 meter dari sumber air baku
d. identifikasi karakteristik buangan dari IPA
e. lakukan upaya penanganan terhadap seluruh potensi pencemar air
baku

7. Rencana pembiayaan dan pola investasi.
Hal yang perlu diperhatikan dalam rencana keuangan atau pendanaan:
Sumber dana
Kemampuan dan kemauan masyarakat
Kemampuan keuangan daerah

8. Rencana pengembangan kelembagaan.
melalui:
a. pengkajian kembali terhadap perundang-undangan terkait terhadap
kelembagaan.
b. lakukan kajian terhadap batas wilayah administrasi pemerintahan,
tugas dan kewenangan instansi tertentu, mekanisme pendanaan,
kebiasaan atau adat masyarakat.
c. lakukan kajian terhadap struktur organisasi yang ada.
d. buat rencana pengembangan kelembagaan yang mampu untuk
mengelola SPAM yang direncanakan(sumber daya manusia dan struktur organisasi penyelenggara)
6.d. Cara Pengerjaan
Urutan cara pengerjaan rencana induk sistem penyediaan air minum
meliputi:
o   Siapkan data yang dibutuhkan untuk memenuhi muatan rencana induk yang akan disusun sesuai dengan data yang tercantum dalam tata cara penyusunan RI-SPAM dan ketentuan teknis di atas.
o   Lakukan studi literatur yang terdiri dari:
i. Data dan gambar pelaksanaan (as built drawing) sistem
penyediaan air minum yang sudah ada.
ii. Laporan rencana induk (bila akan dilakukan kaji ulang rencana induk yang sudah ditetapkan sebelumnya)
o   Lakukan langkah-langkah sesuai dengan langkah-langkah pada tata
cara penyusunan RI-SPAM di atas.
o   Buat kesimpulan berdasarkan langkah-langkah tata cara penyusunan
RI-SPAM di atas dengan membandingkan data lama dan data
sekarang khusus untuk kegiatan pengkajian ulang rencana induk.
-  Hasil studi yang harus diubah pada bagian tertentu disesuaikan dengan kondisi sekarang
- Harus dilakukan studi ulang secara keseluruhan.
- Tetapkan rencana induk yang telah tersusun oleh yang berwenang.
6.e. Tata Cara Konsultasi Publik
a. Konsultasi publik harus dilakukan sekurang-kurangnya tiga kali dalam kurun waktu 12 bulan.
b. Dihadiri oleh masyarakat di wilayah layanan dan masyarakat di wilayah yang diperkirakan terkena dampak.
c. Mengundang tokoh masyarakat, LSM, perguruan tinggi.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar