6.
Tata Cara Penyusunan RI-SPAM dan Konsultasi
Publik
Tata
cara ini meliputi ketentuan-ketentuan umum dan teknis dalam pengkajian rencana induk sistem penyediaan
air minum :
6.a. Ketentuan Umum antara lain:
·
Dilaksanakan oleh tenaga ahli
bersertifikat yang berpengalaman di
bidangnya.
·
Data baik dalam bentuk angka dan
peta lokasi studi dari sistem penyediaan air
minum.
6.b. Ketentuan Teknis ( Standar
Tata Cara Survei dan Pengkajian ) antara lain:
Ø Standar tata cara survei dan pengkajian wilayah studi
dan wilayah pelayanan.
Ø Standar
tata cara survei dan pengkajian sumber daya air baku.
Ø Standar
tata cara survei dan pengkajian geoklimatografi dan topografi
Ø Standar
tata cara survei dan pengkajian demografi dan ketatakotaan
6.c. Tata Cara Penyusunan Rencana Induk
Pengembangan SPAM
1. Rencana
Umum( mengumpulkan data sekunder sebagai dasar perencanaan
dalam penyusunan evaluasi kondisi kota/kawasan)
a)
Fungsi strategis kota/kawasan
(Rencana Tata Ruang Wilayah/RT/RW).
b)
Peta topografi, foto udara citra
satelit skala 1:50.000, 1:5.000, tergantung
luas daerah studi/perencanaan.
c)
Data dan peta gambaran umum
hidrologi sumber air, topografi, klimatografi,
fisiografi dan geologi.
d)
Data curah hujan dan tangkapan
air.
e)
Penggunaan lahan dan rencana tata
guna lahan.
f)
Data demografi saat ini dan 10
tahun terakhir, penyebaran penduduk
dan kepadatan.
g)
Data sosial ekonomi–karakteristik
wilayah dan kependudukan ditinjau
dari aspek sosial, ekonomi dan budaya:
h)
Data kesehatan–kondisi sanitasi
dan kesehatan lingkungan seperti - Statistik
kesehatan/kasus penyakit
- Angka
kelahiran, kematian dan migrasi
- Data
penyakit akibat yang buruk (water borne disease)
- Sarana pelayanan kesehatan
i) Sarana dan prasarana kota yang ada seperti airminum, drainese,
pembuangan limbah dan sampah, listrik, telepon, jalan dan sarana
transportasi serta kawasan strategis.
2. Evaluasi
sistem eksisting menyangkut aspek-aspek sebagai berikut:
a. Teknis
b.
Kinerja pelayanan
c.
Tingkat pelayanan
d.
Periode pelayanan
e.
Jangkauan pelayanan
f. Kinerja instalasi
g.
Jumlah dan kinerja peralatan/perlengkapan
h.
Prosedur dan kondisi operasi dan perawatan
i.
Tingkat kebocoran
j. Non
teknis
k.
Kondisi dan kinerja keuangan
l.
Kondisi dan kinerja karyawan
3. Identifikasi permasalahan dan kebutuhan pengembangan
SPAM antara lain:
·
Tingkat dan cakupan pelayanan
yang ada
·
Kinerja pelayanan
·
Tingkat kebocoran
·
Jumlah langganan tunggu atau
potensial
·
Terdapat kapasitas belum
dimanfaatkan (idle capacity)
·
Kebutuhan penyambung jaringan
distribusi dan/atau kapasitas pengolahan
·
Kinerja kelembagaan, sumber daya
manusia dan keuangan.
4.
Perkirakan kebutuhan air (berdasarkan aktifitas
perkotaan atau masyarakata)
a. rumah tangga dan sosial(domestic)
b. komersial, perkotaan, fasilitas umum,
industri,pelabuhan, dan lain-lain (15% dari kebutuhan domestik)
5.
Identifikasi air baku
Jarak
dan beda tinggi sumber-sumber air
Debit
optimum (safe yield) sumber air
Kualitas
air dan pemakaian sumber air saat ini (bila ada)
6.
Kembangkan alternatif
7.
Kembangkan kelembagaan dan sumber daya manusia
8.
Pilih alternatif sistem(Setiap
alternatif harus dikaji kelayakan
o
Teknis
o
Ekonomis
o
Lingkungan
o
Angka prevalensi penyakit
9.
Rencana pengembangan:
o
Rencana kegiatan utama pentahapan
o
Rencana pengembangan sumber daya
manusia
o
Dimensi-dimensi Pokok dari Sistem
o
Rekomendasi langkah-langkah
penguasaan dan pengamanan sumber
air baku
o
Rencana pentahapan 5 tahun
o
Rencana tingkat lanjut
2. Rencana jaringan
a.
rencana pengembangan tata kota
b.
jaringan distribusi utama
Untuk
SPAM dengan jaringan perpipaan, langkah-langkah pengerjaan
perencanaan
jaringan distribusi air minum dilaksanakan sebagai berikut:
- Tentukan daerah pelayanan
- Kumpulkan data untuk daerah pelayanan
Metoda
analisis penentuan daerah pelayanan dengan administratif
kebijaksanaan
pemerintah daerah, dan rencana penerapan jaringan
distribusi
utama pelayanan air minum:
a.
jumlah penduduk
b. peta topografi, situasi lokasi, peta
jaringan yang sudah ada di daerah pelayanan
c.
asumsi konsumsi pemakaian air domestik
d.
asumsi konsumsi pemakaian air nondomestik
e.
daya dukung tanah
f.
hasil pengukuran lapangan
- Gambarkan sistem jaringan distribusi utama dalam
bentuk melingkar
atau
bercabang yang disesuaikan dengan data pendukung
- Tentukan kebutuhan air di setiap titik sampul jaringan
distribusi utama
lingkaran
- Tentukan diameter pipa dan perhitungan hidrolis
sebagai berikut:
a.
tentukan kecepatan aliran dalam, pipa sesuai dengan kriteria
perencanaan
antara dua titik simpul
b.
hitung diameter pipa berdasarkan rumus: Q = AV
- Gambarkan sistem jaringan distribusi utama yang
memuat data:
a.
nomor simpul
b.
konsumsi setiap simpul
c.
elevasi setiap simpul
3. Program dan kegiatan pengembangan Identifikasi permasalahan dan
kebutuhan pengembangan dilakukan berdasarkan
hasil analisis Pengembangan sistem penyediaan
air minum
dalam hal ini dapat berupa:
a.
pengembangan cakupan atau pelayanan SPAM dengan jaringan
perpipaan
eksisting
b. pengembangan SPAM bukan jaringan
perpipaan terlindungi menjadi SPAM
dengan jaringan perpipaan
c. pengembangan
SPAM bukan jaringan perpipaan tidak terlindungi
menjadi
terlindungi
Hal-hal
yang perlu diidentifikasi antara lain adalah:
a.
kinerja pelayanan;
b.
tingkat kebocoran;
c.
jumlah langganan tunggu/potensial;
d.
kapasitas belum dimanfaatkan (idle capacity);
e.
kebutuhan pengembangan jaringan distribusi dan/atau kapasitas
pengolahan;
f.
kinerja kelembagaan, sumber daya manusia dan keuangan.
Kebutuhan
air diklasifikasikan berdasarkan aktifitas masyarakat yaitu:
-
Perkiraan air harus didasarkan pada informasi data sekunder kondisi sosial
ekonomi.
- Kebutuhan
air diklasifikasikan berdasarkan aktifitas masyarakat yaitu:
i. domestik (rumah
tangga, sosial).
ii. nondomestik
(komersil, perkotaaan, fasilitas umum, industri,
pelabuhan, dan sebagainya).
- Konsumsi atau standar pemakaian
air pada umumnya dinyatakan
dalam volume pemakaian air rata-rata
per orang per hari yang
ditentukan berdasarkan data sekunder
kebutuhan rata-rata.
- Konsumsi air untuk keperluan
komersial dan industri sangat
dipengaruhi oleh harga dan kualitas
air, jenis dan ketersediaan
sumber
air alternatif.
- Kebutuhan air suatu wilayah
pelayanan juga dipengaruhi oleh
besarnya
air tak berekening (ATR).
Untuk
mengidentifikasi ketersediaan air baku di suatu wilayah bagi
kebutuhan
air minum diperlukan studi hidrologi dan studi hidrogeologi
untuk
memperoleh informasi mengenai:
a. Jarak
dan beda tinggi sumber air.
b.
Debit optimum (safe yield) sumber air.
c.
Kualitas air dan pemakaian sumber air saat ini (bila ada).
Alternatif
sumber air terpilih harus dipertimbangkan terhadap aspek
ekonomi
dan kehandalan sumber. Pemilihan alternatif sumber air
didasarkan
pada pertimbangan sebagai berikut:
-
Volume -Input
Sistem -Konsumsi Resmi
-
Air Berekening -Air
Tak Berekening
-
Konsumsi Resmi Berekening
-
Konsumsi Resmi Tak Berekening
-
Kehilangan Non-Fisik/Non-Teknis
-
Kehilangan Fisik/Teknis
-
Kehilangan Air -Konsumsi
Bermeter Berekening
-
Konsumsi Tak Bermeter Tak
Berekening -
Konsumsi
Tak Resmi
-
Ketidak-akuratan Meter Pelanggan
dan Kesalahan Penanganan
Data
-
Kebocoran pada Pipa Transmisi dan
Pipa Induk
-
Konsumsi Tak Bermeter Berekening
-
Konsumsi Bermeter Tak Berekening
-
Kebocoran pada pipa dinas hingga
meter pelanggan
-
Kebocoran dan Luapan pada Tanki
Reservoir
a.Air sungai
b.
Danau atau rawa, pengisiannya (inflow) umumnya berasal dari satu
atau
beberapa sungai
c.
Mata air, sering dijumpai mengandung CO2 agresif yang tinggi yang
walaupun
tidak banyak berpengaruh pada kesehatan tetapi cukup
berpengaruh
pada bahan pipa (bersifat korosif).
d. Air
tanah dalam, dapat diajukan sebagai alternatif sumber air dalam
hal
air permukaan (sungai) telah terkontaminasi berat, mengingat
kualitas
air tanah secara bakteriologis lebih aman daripada air
permukaan.
e.
Pertimbangan lain, berkaitan dengan kebijaksanaan pemerintah
kabupaten/kota
mengenai peruntukan sumber.
Studi
hidrologi dimaksudkan untuk menilai kehandalan sumber-sumber
air di
suatu wilayah ditinjau dari siklus hidrologi: curah hujan, evaporasi,
aliran
permukaan (run off), infiltrasi dan perkolasi dengan mengikuti
langkah-langkah
sebagai berikut:
a.
Pengumpulan data hidrologi;
b. Kaji ulang catatan data;
c.
Menghitung rata-rata curah hujan;
d.
Menghitung evaporasi potensial;
e. Analisis dan perhitungan debit
optimal.
Prosedur
pemilihan sumber dalam penyusunan rencana induk SPAM
adalah
memberikan identifikasi sumber-sumber yang akan dimanfaatkan
untuk
memenuhi kebutuhan sesuai waktu perencanaan, dengan
penekanan
pada:
a.
Pengaruh yang ditimbulkan akibat pengambilan sumber air
b. Investasi untuk biaya eksploitasi
serta biaya pengoperasian dan pemeliharaan
dibuat yang terendah
c.
Dampak lingkungan yang mungkin timbul diusahakan sekecil
mungkin.
Prosedur
pemilihan sumber air baku yang direkomendasikan mengikuti
urutan
sebagai berikut:
a. identifikasi, termasuk aspek perizinan
b.
evaluasi sumber dengan tujuan terhadap sektor-sektor lain yang
menggunakan/memakai
sumber
c.
evaluasi finansial.
4. Kriteria dan standar pelayanan
Kriteria
dan standar pelayanan diperlukan dalam perencanaan dan
pembangunan
SPAM untuk dapat memenuhi tujuan tersedianya air
dalam
jumlah yang cukup dengan kualitas yang memenuhi persyaratan
air
minum, tersedianya air setiap waktu atau kesinambungan,
tersedianya
air dengan harga yang terjangkau oleh masyarakat atau
pemakai sebagai berikut:
a.
pemanfaatan kapasitas belum terpakai atau “idle capacity”
b. pengurangan air tak berekening (ATR)
c.
pembangunan baru (peningkatan produksi dan perluasan sistem)
5. Rencana sumber dan alokasi air baku.
·
Tentukan kebutuhan air
berdasarkan:
a. Proyeksi
penduduk, harus dilakukan untuk interval 5 tahun selama
periode
perencanaan untuk perhitungan kebutuhan domestik
b. Identifikasi jenis penggunaan
nondomestik sesuai RSNI T-01-2003 butir
c.
Pemakaian air untuk setiap jenis penggunaan sesuai RSNI T-01-
2003
butir 5.2 tentang Tata Cara Perencanaan Plambing
d.
Perhitungan kebutuhan air domestik dan nondomestik
berdasarkan
perhitungan butir a, b, dan c.
e.
Kehilangan air fisik/teknis maksimal 15%, dengan komponen
utama penyebab kehilangan atau
kebocoran air adalah sebagai berikut: kebocoran
pada pipa transmisi dan pipa induk, kebocoran
dan luapan pada tangki reservoir, kebocoran pada pipa dinas hingga meter
pelanggan
Sedangkan
kehilangan non-teknis dan konsumsi resmi tak
berekening
sebagaimana diperlihatkan pada gambar 1 harus
diminimalkan
hingga mendekati nol.
·
Tentukan sumber air baku yang
akan dipilih sesuai hasil investigasi
atau
identifikasi pengkajian sumber daya air baku
6. Rencana keterpaduan dengan Prasarana dan Sarana
(PS)
Sanitasi:
1)
Penggunaan Air Minum diperkirakan
menghasilkan sekitar 80% Air
2)
Limbah yang berpotensi untuk
mencemari Air Baku (Air Permukaanndan
Air Tanah).
3)
Pengelolaan Persampahan,
menghasilkan lindi (leacheate) dan limbah
padat yang berpotensi mencemari air baku air minum.
4)
Penurunan kualitas air baku untuk
air minum, meningkatkan biaya pengolahan
air minum yang menjadi beban masyarakat (Peningkatan1 mg/liter BOD meningkatan
biaya pengolahan sebesar Rp 970/m3).
5)
Pengolahan air limbah diperlukan
untuk mengatasi kelangkaan air baku
bagi air minum.
Keterpaduan
pengembangan SPAM dengan PS sanitasi terkait dengan
perlindungan
air baku terhadap pencemaran:
a. identifikasi potensi pencemar air
baku dilakukan terhadap limbah cair dan padat yang dihasilkan dari
kegiatan domestik dan industri
b.
identifikasi pencemaran di sekitar air baku dilakukan dengan
pengamatan
visual dan uji laboratorium
c.
identifikasi potensi pencemar daerah sekitar air baku paling sedikit
memiliki
jarak sejauh radius 10 meter dari sumber air baku
d.
identifikasi karakteristik buangan dari IPA
e.
lakukan upaya penanganan terhadap seluruh potensi pencemar air
baku
7. Rencana pembiayaan dan pola investasi.
Hal
yang perlu diperhatikan dalam rencana keuangan atau pendanaan:
Sumber
dana
Kemampuan
dan kemauan masyarakat
Kemampuan
keuangan daerah
8. Rencana pengembangan kelembagaan.
melalui:
a.
pengkajian kembali terhadap perundang-undangan terkait terhadap
kelembagaan.
b.
lakukan kajian terhadap batas wilayah administrasi pemerintahan,
tugas
dan kewenangan instansi tertentu, mekanisme pendanaan,
kebiasaan
atau adat masyarakat.
c.
lakukan kajian terhadap struktur organisasi yang ada.
d.
buat rencana pengembangan kelembagaan yang mampu untuk
mengelola
SPAM yang direncanakan(sumber daya manusia dan
struktur organisasi penyelenggara)
6.d. Cara Pengerjaan
Urutan
cara pengerjaan rencana induk sistem penyediaan air minum
meliputi:
o Siapkan
data yang dibutuhkan untuk memenuhi muatan rencana induk yang akan disusun sesuai
dengan data yang tercantum dalam tata cara penyusunan RI-SPAM dan ketentuan
teknis di atas.
o Lakukan
studi literatur yang terdiri dari:
i.
Data dan gambar pelaksanaan (as built drawing) sistem
penyediaan
air minum yang sudah ada.
ii. Laporan rencana induk (bila akan
dilakukan kaji ulang rencana induk
yang sudah ditetapkan sebelumnya)
o Lakukan
langkah-langkah sesuai dengan langkah-langkah pada tata
cara
penyusunan RI-SPAM di atas.
o Buat
kesimpulan berdasarkan langkah-langkah tata cara penyusunan
RI-SPAM
di atas dengan membandingkan data lama dan data
sekarang
khusus untuk kegiatan pengkajian ulang rencana induk.
- Hasil
studi yang harus diubah pada bagian tertentu disesuaikan dengan kondisi sekarang
- Harus dilakukan studi ulang
secara keseluruhan.
- Tetapkan
rencana induk yang telah tersusun oleh yang berwenang.
6.e. Tata Cara Konsultasi Publik
a. Konsultasi publik harus dilakukan
sekurang-kurangnya tiga kali dalam kurun
waktu 12 bulan.
b. Dihadiri oleh masyarakat di wilayah
layanan dan masyarakat di wilayah
yang diperkirakan terkena dampak.
c.
Mengundang tokoh masyarakat, LSM, perguruan tinggi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar