Jumat, 30 November 2012

status kesehatan masyarakat



BAB I
PENDAHULUAN

I.I         LATAR BELAKANG MASALAH
Dalam upaya meningkatkan status kesehatan Masyarakat, pemerintah telah melakukan banyak program dengan melibatkan lembaga yang ada dalam masyarakat menggingat Angka Kematian IBU dan Bayi masih cukup tinggi bila dibandingkan dengan Negara ASEAN lainnya
Kematian ibu juga masih banyak di akibatkan faktor resiko tidak langsung berupa keterlambatan (Tiga terlambat), yaitu terlambat mengambil keputusan/terlambat mengenali tanda bahaya, terlambat dirujuk serta terlambat mendapat penanganan medis,dan satu hal yang tak dapat dipungkiri adalah tingginya persalinan oleh dukun bayi oleh karena banyak faktor, salah satu upaya pencegahannya yaitu dengan melakukan kemitraan bidan-dukun bayi, sehingga persalinan diharapkan dapat berjalan dengan baik,  ibu dan bayi selamat.
Dalam upaya penurunan AKI/AKB tersebut Depkes RI,2002 melaksanakan program penempatan bidan didesa yang bertujuan untuk mengatasi berbagai kesenjangan yaitu dalam memperoleh pertolongan persalinan yang aman dan bersih,informasi mengenai kesehatan ibu dan anak,perilaku hidup bersih dan sehat,sosial budaya antara petugas kesehatan dengan masyarakat yang dilayani,kesenjangan ekonomi dalam mendapatkan pelayanan kebidanan profesional dan dalam pelayanan Rujukan.
Persepsi merupakan proses kerja sama melalui perantaraan pikiran sehat yang muncul pada seseorang, mencakup dua persepsi kerja yang saling berkaitan yaitu menerima kesan melalui penglihatan penafsiraan dan penetapan arti atas kesan-kesan indrawi yang melahirkan pandangan-pandangan seseorang terhadap sesuatu objek.
Berbagai persepsi masyarakat terhadap pertolongan persalinan oleh bidan dan dukun bayi selama ini menjadi makna bagi masyarakat, banyak persepsi yang kurang positif terhadap kehadiran bidan menjadi persepsi semu dimasyarakat sehingga peran bidan dikalangan masyarakat yang masih sangat tradisional dan memegang budaya masih belum dapat diterima dengan baik.
Seperti kita ketahui bersama banyak faktor yang mempengaruhi persepsi masyarakat terhadap pertolongan persalinan oleh tenaga Bidan, dan lebih memilih persalinan oleh dukun bayi hal ini dipengaruhi oleh tingkat pendidikan ibu yang masih rendah, faktor sosial-budaya yang masih kental,ekonomi keluarga dan banyak faktor lainnya.
Oleh karena itu pemerintah berupaya dalam mewujudkan Visi kesehatan menuju MDgS, salah satunya dikembangkan program kemitraan Bidan dan Dukun bayi guna menurunkan Angka kematian Ibu dan bayi yang masih tinggi.





I.2.            RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah disajikan diatas,maka masalah pokok yang akan dikaji dalam penelitian ini adalah :
a.      Bagaimana perkembangan persalinan saat ini setelah dilakukan kemitraan bidan-dukun bayi di desa yang ada diwilayah kerja puskesmas Malinau selatan ?
b.      Bagaimana Persepsi Dukun Terhadap program kemitraan Bidan-Dukun ?
c.       Sejauh mana faktor budaya masyarakat mempengaruhi kemitraan Bidan-dukun ?
d.      Bagaimana persepsi Masyarakat terhadap kemitraan Bidan-Dukun bayi ?
I.3          TUJUAN PENELITIAN
Penelitian ini bertujuan memahami masalah persepsi dukun bayi terhadap program kemitraan bidan-dukun, dengan mengarahkan kajiannya secara teliti pada :
a.      Perkembangan pertolongan Persalinan saat ini setelah dilakukan kemitraan bidan-dukun bayi.
b.      Persepsi dukun bayi terhadap kemitraan,dampak terhadap peningkatan cakupan persalinan yang aman dan bersih serta penurunan AKI/AKB.
c.       Keterkaitan faktor budaya mempengaruhi perilaku masyarakat dalam memilih penolong persalinan.
d.      Persepsi warga masyarakat terhadap program kemitraan,yang terdiri dari tokoh masyarakat,ibu hamil,suami dan keluarga.

I.4          MANFAAT PENELITIAN
Hasil penelitian yang berupa pengertian mendalam tentang persepsi dukun bayi terhadap kemitraan Bidan-dukun dan persepsi masyarakat serta peran serta aktif masyarakat dalam mendukung program kemitraan dalam lintas sosial budaya masyarakat yang masih tradisional dan status ekonomi yang rendah,diharapkan akan sangat berguna bagi penentu kebijakan dan pelaksana program KIA,terutama bisa digunakan untuk :
a.      Memecahkan masalah yang terjadi dalam hal kemitraan Bidan-Dukun dan peningkatan cakupan persalinan di wilayah kerja
b.      Memberi masukan penting bagi perencanaan program KIA dalam mengatasi permasalahan KIA yang dihadapi dilapangan terutama yang berhubungan dengan budaya masyarakat tradisional yang berpengaruh terhadap status kesehatan ibu hamil,ibu bersalin dan bayi
c.       Memberikan masukan penting bagi penentu kebijakan sebagai bahan evaluasi dalam perencanaan kedepan.










BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

II.1       KAJIAN TEORI
Penempatan bidan akan meningkatkan akses terhadap pemanfaatan pelayanan kesehatan ibu dan anak di desa secara optimal (Koblinsky,1997), penempatan bidan di Desa yang dilakukan sejak tahun 1997 ternyata belum maksimal yang tercermin dari tingginya persalinan yang ditolong oleh dukun tradisional,sedangkan mengacu pada Standar pelayanan Minimal(SPM) Depkes RI bahwa 85% persalinan harus ditolong oleh tenaga kesehatan yang kompeten dibidangnya, dimana masyarakat masih banyak yang mempercayai persalinannya kepada dukun bayi dibandingkan dengan bidan karena pelayanan dukun lebih komprehensif, lebih murah dan mudah dipanggil ke rumah (Depkes RI, 2005)
Dari gambaran tersebut tampak kesenjangan yang merupakan permasalahan yaitu disatu pihak pemerintah menyediakan fasilitas kesehatan yang memaadai dan tenaga trampil tetapi dipihak lain jumlah persalinan yang ditolong oleh dukun bayi masih tinggi.
Untuk itu salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah yaitu menjalin kemitraan bidan-dukun bayi sebagai upaya meningkatakan cakupan pertolongan persalinan yang aman(Depkes RI,2002)
Keberadaan Dukun bayi ditengah masyarakat memang masih dibutuhkan oleh masyarakat melihat hingga kini persalinan oleh dukun bayi masih ada, dan masyarakat masih mempercayai dukun bayi dalam menolong proses persalinan.hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti pendidikan ibu yang masih rendah, jarak ke tempat pelayanan kesehatan, status sosial ekonomi  serta kebudayaan masyarakat yang telah diyakini secara turun-temurun (Rahmat Hargono,1995)
Karena kebudayaan diartikan sebagai segala sesuatu yang berhubungan erat dengan perilaku manusia dan kepercayaan(Goetz & LeCompte, 1984) maka ini berhubungan dengan berbagai hal dalam kehidupan manusia, yang diantaranya Agama, struktur sosial ekonomi, pola kekeluargaan, kebiasaan mendidik anak, cara memelihara kesehatan dan sebagainnya. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa kondisi sosial seseorang sangat mempengaruhi persepsi pada setiap peristiwa sosial, dimana dalam setiap kegiatan sosial tersebut selalu melibatkan hubungan antar subjek dan terbentuknya makna (Van Maanen, Dabbs & Faulkner,1982) Dimana makna tersebut akan menentukan kesanggupan seseorang untuk terlibat dalam berpartisipasi pada kegiatan tertentu dalam masyarakat.
     
II.2       KERANGKA PIKIR
Agar penelitian ini bisa berjalan dengan lancar dan mengarahkan analisisnya pada tujuan, disini perlu dikembangkan kerangka pikir yang akan digunakan dalam penelitian ini. Namun kerangka pikir ini tetap bersifat lentur dan terbuka, ketetapan penggunaannya akan ditentukan dan disesuaikan dengan apa yang terjadi dan ditemukan dilapangan.
Secara singkat kerangka pikir bagi penelitian ini dapat digambarkan dengan skema sebagai berikut :

Program Kemitraan Bidan-Dukun
Bidan                                                                                 Tujuan


Dukun                                            Persepsi                       kemitraan
                                                    (positif/negatif)      (dukungan/hambatan)

Masyarakat


Latar belakang sosial ekonomi
Dan budaya tradisional

Sebegai penjelasan Kerangka pikir tersebut, bahwa dalam hal membina kemitraan antar Bidan dan Dukun bayi, perbedaan latar belakang sosial ekonomi dan budaya yang terdapat pada masyarakat akan terjadinya perbedaan makna hasil  persepsi terhadap program kemitraan tersebut. dimana semakin positif makna persepsi oleh dukun dan masyarakat maka semakin tinggi tingkat keberhasilan kemitraan tersebut, demikian pula sebaliknya, bila persepsi dukun dan masyarakat kurang bermakna positif (negatif) maka dukun bayi dan masyarakat juga tidak akan mau melakukan program kemitraan tersebut. kondisi persepsi Dukun bayi dan partisipasi masyarakat ini secara jelas membawa dampak terhadap program kemitraan Bidan Dukun dalam mencapai tujuan yaitu penurunan AKI/AKB, melalui persalinan yang aman, bersih dan selamat.
II.3       METODOLOGI
Berbagai hal yang berkaitan dengan metodologi penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini dapat dijelaskan secara singkat sebagai berikut :
A.                  LOKASI PENELITIAN
Penelitian ini di rencanakan di lakukan di Desa yang memiliki Bidan Desa di Wilayah Kerja Puskesmas malinau Selatan, dengan memperhatikan perbedaan kultur dan budaya masyarakat serta letak geografis yang berbeda, disini diambil 4 desa Yang memiliki Bidan Desa yang terdiri dari
1.      Desa Tanjung Nanga, yang merupakan Desa yang cukup subur dengan penduduk mayoritas bekerja sebagai Petani tradisional dengan etnis Dayak Pua, status ekonomi sedang kebawah dengan budaya yang cukup kental.
2.      Desa Long Titi, yang merupakan Desa yang cukup jauh dari Ibu Kota kecamatan,dengan geografis yang cukup sulit dijangkau hanya melalui sungai dengan longboat jarak tempuh sekitar 8 jam dari desa Tetangga, di mana penduduk mata pencahariannya Gaharu dan Berkebun dan dihuni oleh Etnis Punan dengan status pendidikan yang sangat rendah.
3.      Desa Setulang, Desa ini merupakan Desa sebantaran sungai Malinau dimana penduduk dengan etnis dayak merab yang memiliki kultur khas dan bekerja sebagai petani dan berkebun ,status sosial Ekonomi menengah kebawah.
4.      Desa Long Loreh, Desa ini merupakan Desa yang berada di ibu kota Keamatan malinau Selatan dengan beragam etnis dan keyakinan, dimana tingkat pendidikan masyarakat rata-rata SLTA ke atas, dimana daerah ini merupakan daerah pertambangan sehingga kemajuan teknologi dan informasi lebih baik bila dibandingkan dengan Daerah lainnya di Kecamatan Malinau Selatan.

B.                  BENTUK DAN STRATEGI PENELITIAN
Berdasarkan Masalah yang diajukan dalam penelitian ini, yang lebih menekankan pada masalah proses dan makna (persepsi), maka jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Jenis penelitian ini akan mampu menangkap berbagai informasi kualitatif dengan deskripsi teliti dan penuh nuansa, yang lebih berharga daripada sekedar pernyataan jumlah atau pun frekuensi dalam bentuk angka.
strategi yang digunakan adalah studi kasus, dan karena lokasi studi ini di empat desa dengan kekhususan nya masing-masing dan selanjutnya akan disatukan menjadi simpulan studi  secara lengkap, selain itu karena permasalahan dan fokus penelitian telah ditentukan dalam proposal sebelum peneliti terjun dan menggali permasalahan di lapangan, maka jenis strategi penelitian kasus ini secara lebih khusus bila disebut sebagai studi kasus terpancang(embedded case study research).



C.                  SUMBER DATA
Data atau informasi yang dikumpulkan pada penelitian ini  sebagian besar berupa data kualitatif. Data kuantitas juga dipakai sebagai data pendukung simpulan penelitian. Informasi tersebut akan digali  dari beragam sumber data, dan jenis sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1.      Informan atau Narasumber, yang terdiri dari Dukun Bayi, Bidan Desa, Pimpinan Puskesmas, Tokoh-tokoh masyarakat, suami ibu hamil dan keluarga yang ada di Empat Desa yang diteliti.
2.      Tempat dan peristiwa/aktivitas yang terdiri dari pustu,polindes, rumah warga dimana persalinan masih dilakukan dirumah jika sarana polindes tidak ada.
3.      Arsip dan dokumen resmi bidan desa dan pengelola KIA serta laporan tertulis Dukun bayi, di Puskesmas Malinau Selatan.

D.                  TEKNIK PENGUMPULAN DATA
1.      Wawancara Mendalam
Wawancara ini bersifat lentur dan terbuka, tidak tertekstur ketat, tidak dalam susunan formal, dan bisa dilakukan berulang-ulang pada informan yang sama(patton, 1980). Pertanyaan yang diajukan bisa semakin terfokus sehingga informasi yang didapat dan dikumpul kan lebih rinci dan lengkap serta mendalam, karena diharapkan memperoleh data yang valid dan lengkap. Diharapkan kelenturan ini dapat mengorek kejujuran dan keterbukaan dari informan dalam memberikan informasi yang dibutuhkan, terutama yang berkaitan dengan perasaan, sikap, dan pandangan mereka terutama terhadap Bidan dan Kemitraan antara Dukun dan Bidan Desa. Teknik wawancara ini akan dilakukan pada semua informan.
2.      Observasi Langsung
Dalam observasi ini peneliti hanya sebagai pengamat yang hadir dilokasi. Dalam penelitian kualitatif teknik ini sering disebut sebagai observasi berperan pasif (spradley, 1980). Observasi langsung ini akan dilakukan dengan cara formal dan informal, untuk mengamati berbagai kegiatan dan peristiwa yang terjadi di Desa dalam Kemitraan Bidan-Dukun serta aktivitas keluarga ibu hamil, ibu bersalin serta suami.
3.      Mencatat Dokumen (content Analysis)
Teknik ini akan dilaksanakan untuk mengumpulkan data yang bersumber dari dokumen dan arsip yang terdapat di Puskesmas, Bidan Desa dan Dukun Bayi.

E.                   TEKNIK CUPLIKAN(sampling)
Dalam Penelitian kualitatif, teknik cuplikan yang digunakan bukanlah cuplikan statistik atau yang biasa dikenal dengan istilah probability sampling yang biasa digunakan dalam penelitian kuantitatif. Penelitian kualitatif cenderung menggunakan teknik cuplikan yang bersifat selektif dengan menggunakan pertimbangan berdasarkan konsep teoritis yang digunakan, keingintahuan pribadi peneliti, karakteristik empirisnya dan lain sebagainya. Oleh karena itu cuplikan yang akan digunakan dalam penelitian ini lebih bersifat purposive sampling, atau lebih disebut sebagai cuplikan dengan criterion-based selection (Goetz & LeComptr, 1984)
Karena dipandang lebih mampu menagkap kelengkapan dan kedalaman data didalam menghadapi realitas yang tidak tunggal. Pilihan sampel diarahkan pada sumber data yang dipandang memiliki data yang penting yang berkaitan dengan permasalahan yang sedang diteliti.untuk itu diperlukan pemahaman peneliti mengenai peta sumber tang tersedia, dalam berbagai posisinya, karena setiap posisi akan memiliki akses informasi yang berbeda. cuplikan ini enderung sebagai internal sampling(bogdan & biklen, 1982)

F.                   VALIDITAS DATA
Untuk mengembangkan Validitas data yang diperoleh, dengan menggunakan beragam teknik dan harus benar-benar sesuai dan tepat agar dapat menggali data yang yang diperlukan  bagi kemantapan hasil penelitiannya.
Dalam penelitian kualitatif dapat menggunakan teknik trianggulasi, trianggulasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah trianggulasi sumber atau data yaitu dengan memperoleh data dari hasil wawancara, dokumen dan aktivitas/perilaku.


G.                  TEKNIK ANALISIS
Proses analisis akan dilakukan dengan menggunakan model analisis Interaktif (miles & Huberman,1984) dalam model analisis ini, ada tiga komponen analisisnya yaitu Reduksi data, Sajian data dan Penarikan Kesimpulan atau Verivikasi, aktifitasnya dilakukan dalam bentuk interaktif dengan proses pengumpulan data sebagai suatu proses siklus, Aktivitas dalam bentuk interaktif tersebut dilakukan baik pada analisis setiap unit kasusnya maupun pada analisis antarkasusnya, untuk memahami kesamaan dan juga perbedaannya dalam melaksanakan proses penelitian.
Untuk lebih jelas proses analisis interaktif terlihat pada skema dibawah ini :




BAB III
PROSEDUR KEGIATAN
I.        LANGKAH KEGIATAN
a.      PERSIAPAN
1.      Mengurus perijinan Penelitian, Di kabupaten Malinau, Kecamatan Malinau Selatan, Dinkes Kabupaten Malinau, Puskesmas Malinau Selatan, dan Desa.
2.      Menentukan lokasi penelitian ; berkonsultasi dengan DKK dan Pemerintahan setempat (kecamatan dan Desa)
3.      Meninjau Desa-desa terpilih sebagai lokasi penelitian
4.      Menyusun Alur penelitian, pengembangan pedoman pengumpulan data(daftar pertanyaan dan petunjuk observasi) .
5.      Menyusun Jadwal Kegiatan secara Rinci

b.      PENGUMPULAN DATA
1.      Pengumpulan data dilakukan dengan observasi,wawancara medalam dan mencatat dokumen/arsip
2.      Melakukan reviu, pembahasan data yang telah terkumpul dengan melaksanakan refleksinya.
3.      Menentukan strategi pengumpulan data yang paling tepat, melakukan pendalaman dan menentukan focus data pada proses pengumpulan data berikutnya
4.      Mengelompokkan data untuk kepentingan Analisis, dengan memperhatikan semua variabel yang terlibat.

c.       ANALISIS DATA
1.      Melakukan Analisis awal
2.      Mengembangkan bentuk sajian data,untuk kepentingan lebih lanjut
3.      Melakukan analisis unit desa(perkasus)
4.      Melakukan verifikasi, pengayaan dan pendalaman data, bila dalam analisis data ditemukan data yang kurang lengkap atau mendalam.
5.      Melakukan analisis antar kasus, lalu disatukan dan menarik kesimpulan
6.      Merumuskan implikasi kebijakan sebagai bahan dari pengembangan saran dalam laporan akhir penelitian.

d.      PENYUSUNAN LAPORAN PENELITIAN
1.      Penyusunan laporan awal
2.      Reviu laporan: mendiskusikan dengan dosen pembimbing
3.      Perbaikan laporan
4.      Memperbanyak laporan sesuai kebutuhan

II.                  PERKIRAAN WAKTU YANG DIPERLUKAN
a.      Persiapan                    : 1 Bulan  (7 Nov – 7  Des 2011)
b.      Pengumpulan data      : 3 bulan ( 8 Des  – 8 Mar 2011)
c.       Analisis                        : 1 bulan (9 Mar – 9  April 2011)
d.      Penyusunan Laporan   : 1 bulan  ( 10 April – 10 Mei 2011)

JADWAL KEGIATAN
NO
KEGIATAN
TANGGAL/BULAN /TAHUN
KETERANGAN
7 Nov-7 Des 2011
8 des-8 mar 2011
9 mar-9 april 2011
10 April-10 Mei 2011
1
PERSIAPAN




PENELITIAN INI BISA DILAKSANAKAN SELAMA 6 BULAN

2
PENGUMPULAN DATA





3
ANALISIS DATA





4
PENYUSUNAN LAPORAN















BAB III
P E N U T U P

            Di Indonesia istilah kemitraan masih relative baru, namun dalam prakteknya istilah ini sudah lama dikenal oleh masyarakat dengan istilah gotong royong yang sebenarnya esensinya adalah kemitraan, yakni kerjasama dari berbagai pihak, baik secara individual maupun kelompok. Selanjutnya gotong royong sebagai “praktek individual” ini berkembang menjadi koperasi, koalisi, aliansi, jejaring (net working), dan sebagainya.
Istilah- istilah ini sebenarnya sebagai perwujudan dari kerjasama antar individu atau kelompok yang saling membantu, saling menguntungkan dan secara bersama-sama meringankan pencapaian suatu tujuan yang telah mereka sepekati bersama. Pengertian kemitraan menurut Robert Davies, adalah suatu kerjasama formal antara individu-individu, kelompok-kelompok atau organisasi untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Dalam kerjasama tersebut ada kesepakatan tentang komitmen dan harapan masing- masing tentang peninjauan kembali terhadap kesepakatan-kesepakatan yang telah dibuat, dan saling berbagi, baik dalam resiko maupun keuntungan yang diperoleh. (Notoatmodjo,2003:105).
Dari batasan ini ada tiga kata kunci dalam kemitraan yakni: a) kerjasama antara kelompok, organisasi, dan individu 2) bersama- sama mencapai tujuan tertentu (sesuai kesepakatan) 3) saling menanggung resiko dan keuntungan. Membangun sebuah kemitraan, harus didasarkan pada hal-hal berikut: 1) kesamaan perhatian (common interest) atau kepentingan 2) saling mempercayai dan saling menghormati, 3) tujuan yang jelas dan terukur 4) kesediaan untuk berkorban baik waktu, tenaga, maupun sumber daya lain.
Konsep kemitraan yang diuraikan di atas, senantiasa diperhadapkan berbagai tantangan atau hambatan dalam hal ini pelaku medis tradisional yaitu dukun bayi, salah satu penolong persalinan dan warga masyarakat yang banyak berperan dalam pertolongan persalinan (Kalangie, 1987, Foster 1969).
Oleh karena itu diharapkan dengan adanya program kemitraan antara Bidan-Dukun bayi upaya pemerintah dalam rangka menurunkan Angka kematian Ibu dan Bayi dapat diturunkan, dengan adanya pendampingan persalinan dapat berjalan dengan aman dan selamat.  
Kiranya dengan adanya penelitian ini dapat bermanfaat bagi kita semua,terutama pemegang program Kesehatan Ibu dan Anak di Puskesmas,Dinas Kesehatan dan bagi pihak yang merasa berkepentingan,sehingga dapat menjadi bahan masukan bagi perencanaan kedepan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar